Pengertian dan Macam-Macam Multikulturalisme

Pengertian dan Macam-Macam Multikulturalisme

Markagabriel – Secara bahasa multikulturalisme berasal dari bahasa Inggris yaitu dari kata multi budaya. Multi artinya banyak atau lebih dari satu, sedangkan budaya artinya budaya. Oleh karena itu, multikulturalisme adalah budaya yang banyak atau lebih dari satu. Sedangkan dalam istilah multikulturalisme merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan pandangan seseorang tentang keragaman kehidupan di dunia. Multikulturalisme juga dapat disebut sebagai kebijakan budaya yang menekankan pada penerimaan keanekaragaman dan keragaman budaya (multikulturalisme) yang ada dalam kehidupan masyarakat. Budaya ini tentang nilai, norma, sistem, budaya, kebiasaan, adat istiadat dan kebijakan yang dianut.

Multikulturalisme terbagi menjadi lima macam, yaitu:

1. Mengakomodasi multikulturalisme

Multikulturalisme yang akomodatif ini mencakup masyarakat dengan budaya dominan yang melakukan penyesuaian tertentu terhadap kebutuhan budaya minoritas. Orang-orang di sini merumuskan dan menerapkan hukum, hukum, dan peraturan yang peka budaya. Masyarakat juga memberikan kebebasan kepada minoritas untuk memelihara dan mengembangkan budayanya. Demikian pula, minoritas tidak menentang budaya dominan. Multikulturalisme yang akomodatif ini diterapkan di beberapa negara di Eropa.

2. Multikulturalisme otonom

Multikulturalisme otonom mencakup banyak masyarakat di mana kelompok budaya utama berjuang untuk kesetaraan atau kesetaraan. Mereka menantang kelompok dominan dan berusaha menciptakan masyarakat di mana semua kelompok bisa hidup setara.

3. Multikulturalisme interaktif atau kritis

Multikulturalisme interaktif atau kritis mencakup banyak masyarakat di mana kelompok budaya tidak terlalu fokus atau terlibat dalam kehidupan budaya yang otonom. Sebaliknya, mereka membentuk ciptaan kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif khas mereka sendiri.

4. Multikulturalisme Isolasionis

Multikulturalisme isolasi ini mengacu pada masyarakat di mana kelompok budaya yang berbeda hidup secara mandiri dan terlibat dalam interaksi minimal satu sama lain.

5. Multikulturalisme kosmopolitan

Multikulturalisme kosmopolitan ini melibatkan upaya untuk menghilangkan batas-batas budaya guna menciptakan masyarakat yang tidak lagi terikat pada budaya tertentu. Dan sebaliknya, secara bebas terlibat dalam eksperimen antar budaya dan pada saat yang sama mengembangkan kehidupan budaya secara individu.

Ada beberapa elemen multikulturalisme, khususnya di Indonesia. Berikut elemen multikulturalisme yang ada di Indonesia:

– Suku; suku bangsa di indonesia sangat beragam, dari sabang sampai merauke.
– Ras; Ras di Indonesia muncul karena adanya kelompok besar masyarakat yang memiliki ciri-ciri biologis seperti warna rambut, warna kulit, ukuran tubuh, dan sebagainya.
– Agama dan keyakinan; Agama dan kepercayaan di Indonesia sangat beragam, mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha hingga Kong Hu cu.
– Ideologi; ideologi memiliki pengaruh yang kuat terhadap perilaku.
– Politik; politik adalah upaya untuk menjaga ketertiban sosial.
– Tata krama; Cara adalah segala perbuatan, tingkah laku, adat istiadat, sopan santun, sapaan, ucapan dan keterampilan sesuai dengan aturan dan norma tertentu.
– Kesenjangan sosial; ada klasifikasi orang berdasarkan lemari.
– Kesenjangan ekonomi; adanya pendapatan yang berbeda di antara orang-orang.

Ciri-ciri masyarakat multikultural adalah sebagai berikut:

– Rasakan segmentasi dalam kelompok dengan subkultur yang berbeda.
– Memiliki struktur sosial yang terbagi menjadi pengaturan non-komplementer.
– Konsensus rendah di antara anggota kelembagaan.
– Konflik dan debat relatif sering terjadi.
– Integrasi biasanya terjadi karena paksaan.
– Ada dominasi politik atas kelompok lain.

Multikulturalisme terjadi, pasti ada alasannya. Berikut beberapa penyebab multikulturalisme:

Faktor geografis; Di suatu wilayah dengan kondisi geografis yang berbeda pasti akan terdapat perbedaan masyarakat.
Faktor iklim; di suatu daerah dengan kondisi iklim yang berbeda pasti akan terdapat perbedaan masyarakat.

Pengaruh budaya asing; orang yang sudah mengetahui budaya asing kemungkinan besar akan terpengaruh oleh kebiasaan budaya asing tersebut.

Sumber:

https://wartapoin.com/